Tampilkan postingan dengan label Daratan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daratan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Juni 2022

Gempa Berkekuatan 4,9 Guncang Sumbar Dini Hari

Gempa Berkekuatan 4,9 Guncang Sumbar Dini Hari

 


    Gempa Bumi Magnitudo 4,9 guncang Pesisir Selatan, Sumatera Barat pada Sabtu (25/6/2022) dini hari tepatnya pada pukul 01.56 WIB. Gempa ini hanya dirasakan di Padang yang pusatnya berada di laut 60 km Barat Laut Airhaji, Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

    Untuk titik koordinatnya berada di 1,86 LS - 100,36 BT pada kedalaman 24 km. Dalam ciutan akun twitter dari BMKG @infoBMKG diberitahukan tentang beberapa informasi tentang gempa yang terjadi di Sumbar.




    Untuk skala MMI gempa sendiri itu memiliki penjelasannya masing-masing.

1. I MMI, adalah getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.

2. II MMI, adalah getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung ikut bergoyang.

3. III MMI, adalah getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran itu terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

4. IV MMI, adalah getaran yang sampai menimbulkan getaran yang lebih besar, banyak yang merasakaannya, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

5. V MMI, adalah getaran gempa yang dapat dirasakan oleh hampir semua orang, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampa bergoyang.

6. VI MMI, adalah getaran gempa bumi yang dirasakan semua orang hingga menimbulkan kerusakan ringan seperti plester dinding jatuh atau benda-benda yang diletakkan diatas akan terjatuh.

7. VII MMI, adalah getaran gempa bumi yang dirasakan semua orang. Semua orang keluar rumah, terjadi kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan konstruksi, retakan pada bangunan bahkan hancur.

8. VIII MMI, adalah getaran gempa bumi yang mengakibatkan kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat, misal keretakan pada bangunan, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

9. IX MMI, adalah getaran gempa bumi yang mengakibatkan kerusakan pada banguan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan, rumah tampak bergeser dari pondasi awal, pipa-pipa dirumah putus.

10. X MMI, adalah getaran gempa bumi yang mengakibatkan kerusakan bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah, rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah curam.

11. XI MMI, adalah getaran gempa bumi yang mengakibatkan bangunan-bangunan yang sedikit masih berdiri, jembatan rusak, terjadi lembah, pipa dalam tanah tidak bisa terpakai, tanah terbelah, dan rel melengkung.

12. XII MMI, adalah getaran yang mengakibatkan semua hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah, pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.


    Disarankan bagi warga untuk segera keluar rumah tanpa panik. Jangan memasuki bangunan yang sudah terkena gempa, jangan berjalan di daerah sekitar gempa, hindari bangunan disekitar kalian, jika sedang mengendarai kendaraan segera turun dan menjauh dari kendaraan, jika berada di sekitar perairan laut atau pantai, segera menjauh untuk menghindari bahaya Tsunami, dan selalu berdo'a kepada Tuhan agar selalu dilindungi.


Baca Juga : Bikin Fotomu Makin Keren! Inilah 5 Aplikasi Edit Foto Android Terbaik 2022

Rabu, 08 Juni 2022

Gempa Bumi Mamuju, Sulawesi Barat, Tidak Memicu Tsunami!

Gempa Bumi Mamuju, Sulawesi Barat, Tidak Memicu Tsunami!

 


    Telah terjadi gempa bumi di Indonesia, tepatnya di Mamuju kepulauan Sulawesi Barat dengan kekuatan 5,8 SR, 43 km Barat Daya Mamuju-SulBar, Rabu (8/6/2022).  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 12:32 WIB, tepatnya di 2.74 LS 118.54 BT. Untungnya gempa ini tidak berpotensi untuk memicu Tsunami.



    Belum ada laporan soal kerusakan dan korban akibat dari gempa ini. Namun pihak BMKG menghimbau para warga untuk berhati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin akan terjadi. Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menggugah sejumlah foto yang memperlihatkan dampak gempa disejumlah tempat.

    Ia menuliskan dalam ciutan twitternya mengenai perkembangan gempa saat ini. Bahkan ia menuliskan bahwa hingga petang tadi gempa susulan terjadi hingga dua kali dengan kekuatan 2,7 SR pukul 14:18 WITA dan 2,9 SR pukul 16:50 WITA.


    Ia juga memposting sejumlah foto tentang laporan sementara dampak kerusakan akibat gempa bumi Mamuju 5,8 SR yang berpusat di Lepas Pantai Mamuju siang tadi.

    "Gempa desktruktif Magnitudo M5,8 yang mengguncang Mamuju tadi siang bersumber dari sumber gempa sesar geser (strike-slip) yang belum terpetakan." ungkapnya dalam ciutan twitternya. Kita hanya bisa mendo'akan semoga tidak ada korban maupun kerusakan masif yang tentunya gempa ini hanya sebagai peringatan saja. Kita masih menunggu info lebih lanjut.

Kamis, 02 Juni 2022

5 Fakta Unik Tentang Lautan yang Harus Kalian Tau!

5 Fakta Unik Tentang Lautan yang Harus Kalian Tau!

    Halo sobat BeemID. Lautan memang menyimpan segudang misteri yang menakjubkan bagi kita. Pasalnya, banyak beredar mulai dari mitos monster lautan, hingga makhluk air lainnya yang semakin menjadi misteri tentang kemunculannya. Kehidupan air tersebut sangat jarang untuk dijumpai oleh manusia, mungkin karena letaknya yang sangat jauh dan terpencil dari kehidupan peradabaan manusia. Apalagi ada mitos Segitiga Bermuda yang dulu sempat viral karena lokasinya dianggap sangat mematikan jika ada kendaraan elektronik yang melewatinya. Nah, berikut mimin akan bagikan 5 Fakta Unik Tentang Lautan bagi kamu sang penyuka kilauan air biru dan hijau ini. Let's gooo!!!



1. Hanya Murang Lebih 5 Persen Lautan yang Sudah di Eksplorasi, 95 Persennya Misteri

    Percaya gak? Beribu-ribu tahun sudah terlewati, namun manusia hanya bisa mengeksplorasi lautan hanya 5 persen saja menurut Ocean Service. Masih banyak misteri tentang lautan yang belum pernah dilihat oleh manusia. Bahkan para ahlipun gencar akan lautan untuk menjelajahi dan mengeksplorasinya. Bisa jadi, sisa yang belum di eksplorasi itu memiliki sejuta rahasia alam yang disembunyikan oleh Tuhan. Atau mungkin saja, semua mitos tentang monster laut yang pernah kita dengar berada di 95 persen lautan yang belum di ekspolorasi tersebut. Namun tentunya, banyak usaha dan tenaga dalam mengeksplorasi lautan yang sangat luas ini, terkhusus untuk dana yang terbilang sangatlah besar. Gimana? Mau coba untuk mengeksplorasi tentang si biru ini?


2. Lautan Menutupi Lebih Dari 70 Persen Permukaan Bumi

    Meski dirasa permukaan daratan Bumi itu sangat luas, faktanya Bumi itu hanyalah 1/3 dari luasnya lautan. Manfaatnya, laut menjadi sumber siklus dari perubahan iklim di Bumi, sebagai sumber mata pencaharian bagi nelayan, dan juga sebagai tempat rekreasi. Namun, dari keindahan lautan tersebut kita haruslah terus berhati-hati, karena jelas masih banyak hal-hal yang belum diketahui manusia tentang bahaya lautan.


3. Baru Diketahui Sebagian Kecil Dari Spesies Laut

    Dari 5 persen lautan yang sudah diekspolarasi, saat ini hanya ada 240.470 spesies yang diterima menurut Daftar Spesies Laut Dunia. Tentunya angka ini akan bertambah seiring dengan berjalannya waktu, dan kita tidak bisa menghitung begitu saja jumlah spesies laut ini karena sangkin banyaknya misteri yang belum terpecahkan. Banyak habitat dari mereka yang tidak bisa diakses, baik itu dari segi pengetahuan hingga kesiapan teknologi. Bisa jadi diantara spesies itu, ada juga monster laut...


4. Kabel Koneksi Internasional Berada di Dalam Laut

    Pernah dengar kabel di dalam laut digigit hiu? Yap. Itu memang benar. Faktanya, internet berkecepatan tinggi yang kita gunakan saat ini berasal dari kabel bawah laut. Kabel tersebut berasal dari perusahaan komunikasi internasional yang memungkinkan internet untuk sampai menjelajahi seluruh dunia. Kabel ini juga dilindungi oleh lapisan anti hiu, yang memungkinkannya untuk dapat selalu terjaga apabila ada predator berbahaya yang menyerang kabel.


5. Ada Sungai di Bawah Laut

    Sungai bawah laut merupakan fenomena yang sangatlah langka. Kemunculannya, seringkali menjadi bahan perdebatan diantara para peneliti dan pengamat. Ketika air asin dan hidrogen sulfida yang berasal dari aktivitas gunung berapi bergabung, ia akan menjadi lebih padat daripada sisi air disekitarnya yang menyebabkan terjadinya semacam arus yang menyerupai sungai. Namun, fenomena itu dianggap tidaklah arus sungai menurut beberapa ahli, semua itu hanyalah proses dari unsur kimia saja. Namun, banyak juga yang berpendapat bahaw sungai di bawah laut itu memang benar adanya.


    Nah, mungkin segitu sajalah update kali ini. Lautan memanglah mengandung banyak misteri yang belum pernah di radar oleh manusia. Bisa jadi, kehidupan bawah laut yang sering kita dengan sebagai mitos itu benar adanya. Nah, bagian mana yang membuat kalian bingung saat mengetahuinya?