Kamis, 26 Mei 2022

5 Tanaman Pemakan Serangga, Hati-Hati Kalau Bertemu!

 


    Halo sobat BeemID. Tanaman, merupakan suatu jenis tumbuhan yang ditanam oleh orang karena mengandung banyak manfaat, salah satunya adalah tanaman tersebut mengandung zat yang dapat kita konsumsi. Tapi apa jadinya, tanaman yang kita kenal ternyata cukup mematikan bagi makhluk hidup lain, salah satunya adalah serangga. Sebisa mungkin kalian harus menghindari beberapa tanaman ini, meski begitu ada juga yang bisa kita manfaatkan sebagai bahan makanan dan alat. Inilah 5 Tanaman Pemakan Serangga versi BeemID.


1. Kantong Semar


Siapa yang tidak tau tanaman ini. Kantong semar adalah tumbuhan karnivora atau pemakan daging maupun serangga. Tumbuhan ini suka memakan serangga atau hewan kecil. Banyak yang menyangka jika kantong di tumbuhan ini merupakan bunganya, padahal kantong tersebut digunakan untuk menjebak dan menangkap hewan buruannya. Tanaman pemakan serangga ini bisa ditemukan di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Maluku.

    Umumnya, kantung semar jenis memiliki ukuran kantung yang berukuran sedang sekitar 15 cm. Tapi tanaman ini mampu tumbuh lebih besar jika perawatannya baik sehingga tanaman bisa tumbuh dengan optimal. Selain itu, kantong semar juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan makanan, salah satunya adalah Kue Kantong semar ataupun lemang kantong semar.

    Kantong semar menarik perhatian serangga dengan cara mengeluarkan aroma yang menarik perhatian serangga. Serangga akan terpeleset masuk ke kantong yang berisi lapisan cairan, lapisan ini membuat serangga tersebut tidak bisa keluar dan akhirnya terpeleset kembali. Selain memiliki lapisan mirip lilin, kantong semar juga mempunyai cairan asam bernama enzim proteolase. Fungsinya untuk mengubah protein yang ada dalam serangga menjadi nitrogen zat nitrogen yang berguna untuk pertumbuhan tanaman.


2. Venus Flytrap


Venus Flytrap atau Perangkap lalat venus adalah tanaman karnivora yang berasal dari tanah basah subtropic di pantai timur amerika serikat di Carolina utara dan Carolina selatan. Panjang tangkainya mencapai 20-30 cm dan daun capitnya berukuran 8-15 cm. Warnanya hijau tapi di dalam daun capitnya berwarna merah.

Tanaman tersebut menangkap mangsanya dengan struktur jebakan yang terbentuk dari belahan daun tanaman tersebut yang memiliki rambut-rambut kecil di permukaan dalam mereka. Tanaman ini memikat serangga dengan lapisan kemerahan di daun dan mengeluarkan nektar yang sangat harum. Saat mangsa mendarat di “rahang” nya, maka rahang tersebut akan menutup sehingga membuat mangsa tersebut terjebak dan tidak bisa keluar. Bulu-bulu tepi daun venus flytrap juga bekerja seperti jeruji untuk mencegah mangsa melarikan diri.

Setelah rahang Venus Flytrap menutup, mulut tersebut berubah fungsi menjadi perut. mangsa yang berhasil ditangkap akan dicerna dengan menggunakan enzim khusus. Pertama-tama, enzim tersebut akan merusak dan melumpuhkan sistem saraf serangga, yang kemudian akan membunuhnya secara perlahan. Kemudian, enzim tersebut akan menggerogoti daging dan nutrisi serangga guna dikonsumsi oleh Venus Flytrap.

Setelah mencerna serangga selama kurang lebih 10 hari, Venus Flytrap akan membuka kembali mulutnya. Mangsa yang sebelumnya berhasil ditangkap dan dicerna akan dimuntahkan kembali dalam bentuk bangkai atau bahkan kerangka. Venus Flytrap kemudian akan membersihkan area mulutnya dan bersiap untuk menangkap mangsa baru.



3. Lili Kobra

Lili Kobra merupakan spesies tanaman karnivora yang penamaannya berasal dari wujudnya yang mirip seperti ular kobra dengan tudung di bagian kepala. Lili Kobra adalah tanaman endemik daratan Amerika yang tersebar di negara bagian California dan Oregon, tanaman ini memangsa lebah dan semut. Berbeda dari tanaman karnivora lainnya, Lili Kobra mampu melakukan regenerasi setelah terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan, melalui sisa batang pada akarnya.

Tumbuhan yang bisa tumbuh hingga 100 cm ini mengeluarkan aroma harum untuk memikat serangga. Saat serangga sudah mencium aroma tersebut mereka akan masuk ke dalam, Serangga yang terjebak kemudian mencari jalan keluar dengan menjejak di sekitar bintik putih yang meneruskan cahaya dari luar. Setelah itu, serangga jatuh ke dalam kantung penjebak yang berisi cairan asam lemah dan bakteri pembusuk. Tumbuhan memakan serangga untuk mendapatkan zat yang dibutuhkan untuk tumbuh berkembang.


4. Butterwort


Pinguicula, yang umumnya dikenal sebagai butterwort, adalah genus tanaman karnivora yang menggunakan cairan lengket untuk memikat, menjebak, dan mencerna serangga untuk menambah nutrisi yang kurang. Dari sekitar 80 spesies yang saat ini dikenal, 13 spesies adalah asli Eropa, 9 spesies adalah asli Amerika Utara, dan sisanya adalah asli Asia utara.

Banyak siklus butterwort yang memiliki daun karnivora dan non-karnivora seiring perubahan musim, sehingga kedua kelompok ini dapat dibagi lebih lanjut sesuai dengan kemampuan mereka untuk menghasilkan daun yang berbeda selama musim tanam. Ada yang karnivora dan ada juga yang tidak.

Tindakan mekanistik yang digunakan tanaman ini untuk memikat dan menangkap mangsa adalah melalui zat lengket atau zat perekat yang dihasilkan oleh lendir yang dipisahkan oleh kelenjar yang terletak di permukaan daun. Untuk menangkap dan mencerna serangga, daun butterwort menggunakan dua kelenjar khusus yang tersebar di permukaan daun. Cairan mengeluarkan sejumlah enzim pencernaan, dan berfungsi terutama untuk menjebak serangga. Pada saat berkontak dengan serangga, kelenjar peduncular melepaskan lendir tambahan sehingga membuat serangga tersebut tidak bisa melarikan diri dan mati. Lumayan juga untuk mencegah nyamuk maupun serangga lainnya masuk rumah ya kan gaess…

 

5. Waterwheel


Waterwheel atau tanaman Kincir Air merupakan tanaman pemakan serangga yang hidup dan berkembang di air, daunnya mengapung untuk menjebak serangga. Tanaman ini adalah tanaman air tak berakar yang mengambang di air tawar. Cirinya terdiri dari batang mengambang yang mencapai panjang 6–40 cm. Perangkap yang sebenarnya dipegang oleh tangkai daun yang memiliki kantung udara yang membantu dalam mengapung. Tanaman ini tersebar di Eropa, Afrika, Asia, dan Australia. Namun populasinya menurun selama abad terakhir ini menjadi hanya 50 populasi yang tersebar di seluruh dunia.

Kincir air akan menangkap serangga melalui batang berisi udara, saat serangga masuk maka bagian batang langsung menutup. Serangga yang masuk tidak bisa keluar lagi, tanaman ini pun bisa mendapatkan nutrisi dari hewan. Metode penjebakan mangsa yang dilakukan Tanaman Kincir Air mirip dengan Semak Venus yaitu dengan membuka daun penjebak dan akan menutup saat ada ikan kecil atau serangga air masuk.

 

Itulah 5 Tanaman Pemakan Serangga versi BeemID. Sebenarnya masih banyak lagi tanaman-tanaman pemakan serangga tersebut. Pantengin aja terus BeemID untuk mendapatkan info berita tentang teknologi, kuliner, bisnis, film, dll. Bye...

 


Halo semua. Namaku Bima Gunawan. Di blog ini aku bakal share info seputar bisnis, kuliner, teknologi, film dan artikel berita. Salam hangat dariku...

1 komentar:


EmoticonEmoticon